Senin, 03 Oktober 2011

Psikologi dan teknologi internet

. Jelaskan tentang sejarah internet?

Seiring berjalannya waktu semakin berkembangnya dunia maya/dunia internet di mata masyarakat jaman sekarang ini, membuat masyarakat ingin tau apa itu internet dan apa sejarah internet itu. Untuk Lebih lanjutnya mengenai sejarah internet kita simak dibawah ini.

Sejarah Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat di tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).

Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.

Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu di tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.

Sejarah Internet Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.

Sumber : http://www.zoe32.com/2011/07/sejarah-internet.html

3. Komponen apa saja yang dibutuhkan untuk melakukan konfigurasi internet?
Selain sistem operasi minimal windows 95 dan sistem operasi lainnya seperti Linux, untuk dapat terkoneksi dengan internet diperlukan perangkat keras yang mendukungnya. Secara umum agar komputer dapat terhubung dengan internet, perangkat keras yang dibutuhkan adalah :
1. Modem dial up (internal/eksternal)/Kabel Modem/Modem ADSL
Modulator demodulator (Modem) berfungsi mengubah gelombang analog menjadi sinyal digital dan sebaliknya mengubah sinyal digital menjadi gelombang analog dari kabel telepon sehingga komputer dapat terkoneksi dengan internet. Komputer bekerja hanya mengenal bilangan digital, gelombang pada jaringan telepon adalah gelombang analog, untuk dapat oleh komputer penerima maka gelombang tersebut diubah menjadi sinyal digital oleh modem. Sebaliknya ketika komputer bekerja dengan bilangan digital dan ketika data akan dikirim ke pengguna lainnya dalam internet, sinyal digital akan diubah menjadi gelombang analog oleh modem. Untuk Personal Computer (PC), biasanya menggunakan modem dial up yang dihubungkan dengan line telepon. Secara fisik, modem dial-up dibagi dua yaitu modem internal yang dipasang didalam komputer pada slot ekspansi yang tersedia dan modem eksternal yang dipasang dengan menggunakan kabel communication atau serial. Kecepatan modem dihitung dalam kbps (kilobit per second). Modem internal memiliki kecepatan untuk men-download informasi 56 kbps. Pada penggunaan akses dial up, ketika komputer tersambung ke server ISP, pelanggan akan dibebani biaya pulsa telepon plus layanan ISP yang jumlahnya bervariasi tergantung lamanya koneksi.
Selain modem dial-up terdapat pula modem ADSL (Asymetric Digital Subscriber Line). Modem ADSL memiliki kecepatan yang tinggi, dikembangkan dengan teknologi Discrete MutliTone (DMT). Dalam mengakses internet, ADSL dapat menggunakan line telepon. Pengguna ADSL diharuskan mendaftar terlebih dahulu ke ISP (Internet Service Provider). Untuk jenis Cable Modemmenggunakan line TV Kable. Di Indonesia Anda dapat menggunakan layanan dari TV Kabel, yaitu kabelvision. Cable Modem mempunyai kecepatan akses yang tinggi. Untuk dapat mengakses internet melalui Cable Modem pengguna diharuskan melakukan pendaftaran terlebih dahulu kepada penyedia jasa TV kabel dan ISP (Internet Service Provider). Pemasangan jaringan internet dengan cable modem lebih rumit dibandingkan dengan jenis modem lainnya. Pendaftaran untuk akses internet dengan modem cable menggunakan MAC Address (Media Access Control Address). Ketika cable modem rusak, Anda harus mendaftarkan kembali MAC Address baru untuk cable modem baru. Sedangkan pada modem ADSL atau Dial up, ketika modem rusak kita dapat langsung menggunakan modem baru tanpa harus mendaftarkan kembali ke ISP.Kecepatan sebuah modem diukur dengan satuan bps (bit per second) atau kbps (kilobit per second). Kecepatan modem dial up bervariasi antara 300 bps hingga 56 kbps, umumnya berkisar antara 14.4 hingga 56,6 kbps. Makin tinggi kecepatannya maka akan mempersingkat waktu koneksi hingga menghemat biaya pulsa telepon. Dalam aliran data internet, terdapat istilah yang disebut dengan upstream dan downstream. Upstream adalah kecepatan aliran data dari komputer lokal ke komputer lain melalui sebuah network, sedangkandownstream adalah kecepatan aliran data dari komputer lain ke komputer lokal melalui sebuah network.
Berdasarkan proses kerjanya, modem dibagi menjadi dua yaitu hardware modem dan software modem. Hardware modem adalah modem yang bekerja menggunakan chip khusus untuk menangani fungsi fungsi komunikasi data, sedangkan pada software modem pekerjaan dilakukan oleh sebuah program driver. Penggunaan software modem akan membebani kerja CPU, untuk itu diperlukan komputer dengan processor yang memiliki kecepatan tinggi misalnya Pentium 4. Umumnya, modem dial up yang dijual adalah modem berbasis software dimana harganya lebih murah dibandingkan hardware modem.
2. Line Telepon, Cable TV, ISDN, Satelit, Handphone
Selain modem sebagai perangkat keras yang dapat menghubungkan komputer ke Intenet, diperlukan line telepon. Selanjutnya pengguna komputer harus mendaftar ke ISP yang melayani akses dial up misalnya indosat, telkom dan cbn. Saat ini, dengan line telepon dan modem dial up, kita tidak diharuskan mendaftar lagi ke ISP, yaitu dengan menggunakan paket telkomnet instant yang secara langsung dapat melakukan akses internet. Sedangkan untuk jaringan internet lainnya untuk modem dial up harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu ke ISP misalnya cbn.net dan Indosatnet.
Selain line telepon, untuk akses internet dapat pula melalui TV Kabel, modem yang digunakan adalah Cable Modem. Layanan akses cable modem dapat melalui jaringan TV Kabel dengan ISP diantaranya cbn, indosat, linknet, centrin dan mynet. Penggunaan antara jaringan telepon dan jaringan TV Kabel terdapat perbedaan dalam hal kecepatan akses dan transfer data.
Selain akses internet melalui modem, dapat pula memanfaatkan teknologiISDN (Integrated System Digital Network) dan Satelit. Teknologi ini masih tergolong mahal untuk digunakan oleh perorangan. Perusahan-perusahan besar atau organisasi telah banyak yang menggunakannya. Layanan ISDN disediakan oleh ISP yang disebut dengan NSP (Network Service Provider).ISDN adalah jaringan digital yang memberikan berbagai macam pelayanan jasa telekomunikasi yang berlaku di seluruh dunia, dan merupakan tansisi sistem telepon analog ke sistem digital. ISDN memungkinkan transmisi gabungan semua dan setiap informasi yang mecakup suara, gambar, surat kabar, diagram dan videoconferencing. ISDN diperkenalkan pada tahun 1970 di Eropa. Teknologi ISDN mampu melakukan transfer data hingga kecepatan 128 kbps (kilo bit per second). Akses internet satelit dapat pula melalui VSAT (Very Small Aperture Terminal). Konfigurasi VSAT yang banyak dipakai dan diterapkan dalam sistem multimedia adalah berbentuk star. Dalam konfigurasi VSAT ada tiga komponen utama yang dibutuhkan, yaitu :
a. Stasiun Hub, merupakan hub berbentuk piringan yang besar yang dipasangkan menghadap langsung ke satelit. sebagai pengatur semua lalu lintas atau rute data pada jaringan VSAT. Setiap terminal VSAT lain (piringan kecil) mengirim atau menerima data harus melalui stasiun hub terlebih dahulu.
b. Satelit, disebut juga dengan transfoder yang merelay sinyal dari terminal satu ke terminal lainnya. Satelit yang umumnya digunakan adalah satelit GEO ( Geostationer Earth Orbiting)
c. Terminal VSAT, Terminal yang berbentuk piringan dengan ukuran lebih kecil dari statsiun hub. Terminal VSAT ditempatkan pada pelanggan dengan menghadap langsung pada satelit GEO yang digunakan. Bandwitdh besar menggunakan piringan lebih kecil dan sebaliknya bandwidth kecil menggunakan piringan yang lebih besar.
Dengan cakupan antena yang luas maka Hub akan mentransmisikan sinyal ke satelit dan satelit merelay dan mendistribusikannya dalam cakupan antena satelit yang kemudian diterima oleh terminal masing masing pelanggan. Terminal melakukan permintaan pelayanan dengan mentransmisikan sinyal ke satelit dan diteruskan oleh satelit ke Hub. Untuk itu, pada satelit setidaknya ada dua kanal transponder, satu untuk merelay sinyal forward dari Hub ke terminal dan satu transponder lagi untuk merelay sinyal return yang dikirim dari terminal ke Hub. Dalam konfigurasi star ini, karakteristik satelit yang dipergunakan sangat berpengaruh terhadap kinerja sistem VSAT. Makin baik karakteristik dari satelit terutama dari daya dan pengaruh derau maka akan makin murah dan praktis di sisi terminal VSAT.
Untuk pelanggan VSAT, ada beberapa perangkat yang dibutuhkan untuk dapat mengakses internet, yaitu
a. ODU (OutDoor Unit), yaitu transceiver yang diletakkan di luar (OutDoor Unit) dan harus sejajar dengan lintasan satelit yang digunakan.
b. IDU (InDoor Unit) yang berbentuk seperti router pada umumnya. IDU merupakan peralatan yang digunakan di dalam (InDoor Unit) dan berfungsi sebagai alat interface antara tranceiver dengan peralatan komunikasi seperti PC (Personal Computer).
Selain jaringan dengan satelit VSAT, akses internet dapat dilakukan pula melalui saluran kabel listrik yaitu dengan menumpangkan aliran data. PLN DKI Jakarta sedang mengkaji dan mengujicobakan akses internet dengan aliran data melalui kabel listrik. Pada negara negara maju, penggunaan saluran kabel listrik untuk mengakses internet sudah mulai dimasyarakatkan.
Internet juga dikembangkan untuk media wireless (tanpa kabel) dengan memanfaatkan telepon seluler atau telepon genggam (handphone). Protokol yang digunakan disebut dengan WAP (Wireless Application Protocol). WAP merupakan hasil kerjasama antarindustri untuk membuat sebuah standar yang terbuka (open standard) yang berbasis pada standar internet. WAP bekerja dengan modus teks dengan kecepatan 9,6 kbps. Selain WAP, dikembangkan pula teknologi GPRS (General Packet Radio Service) yang memiliki kecepatan lebih tinggi dibandingkan dengan WAP yaitu hingga 115 kbps dengan dukungan aplikasi grafis dan multimedia. Saat ini, terdapat teknologi 3G (Third Generation) pada telepon selular berbasis CDMA (Code Division Multiple Access), dimana 3G memiliki kecepatan transfer data hingga 230 kbps
Sumber : http://looneytunesactive.blogspot.com/2010/09/komponen-yang-dibutuhkan-untuk.html

Rabu, 15 Juni 2011

Imunoterapi, Penyembuh Kanker Masa Depan

Perusahaan farmasi di dunia kini semakin fokus pada pemanfaatan sistem imun tubuh untuk melawan penyakit kanker. Mereka yakin, sistem kekebalan tubuh merupakan kunci untuk menaklukkan penyakit yang hingga kini belum ada obatnya itu.
Pengobatan dengan sistem imun tubuh atau disebut dengan imunoterapi kini dipandang sebagai solusi untuk kasus kanker dan dapat meningkatkan harapan dan kualitas hidup pasien. Kendati demikian, pengembangan terapi ini masih menghadapi kemungkinan efek samping dan biaya yang mahal.
Saat ini, para ilmuwan terus mendalami imunoterapi untuk 23 jenis kanker. "Percobaan yang membuktikan konsep ini sudah selesai dilakukan. Sehingga kami tidak perlu meyakinkan pasien bahwa ini adalah ide yang bagus," kata Ira Mellman, Wakil Presiden Riset Onkologi dari Genentech, perusahaan bioteknologi.
Saat ini, sudah ada obat imunoterapi yang mendapat persetujuan badan pengawas obat di negara-negara maju, misalnya saja Dendreon dan Yervoy produksi Bristol-Myers Squibb. Akan tetapi, harganya masih mahal.
Misalnya saja Yervoy yang dipakai untuk mengobati kanker kulit atau melanoma yang dibandrol 120.000 Dollar AS (sekitar 1 miliar rupiah) untuk regimen standar. Sementara itu, Provenge untuk kanker prostat harganya sekitar 93.000 Dollar AS (sekitar 830 juta rupiah).
Meski di negara maju obat itu dibiayai oleh asuransi, namun para ahli tidak yakin apakah dokter akan meneruskan pengobatan yang demikian mahal itu jika penyakit kankernya tidak bisa disembuhkan. Tujuan dari obat tersebut adalah memperpanjang usia pasien.
Obat-obatan kanker generasi sebelumnya, yakni terapi target yang sebenarnya cukup efektif hanya bisa menunda kekambuhan penyakit. Penggunaan obat ini juga dibayangi oleh resistensi penyakit serta tidak semua sel kanker dibersihkan. Oleh sebab itu, imunoterapi ini diharapkan dalam jangka panjang bisa menjadi solusi untuk menghentikan siklus ini.

RI Yakin Target Pengendalian HIV/AIDS Tercapai

ndonesia menyatakan optimistis dapat mencapai target 2015 yang dituangkan dalam Deklarasi tentang HIV/AIDS, yaitu deklarasi politik yang dihasilkan dalam pertemuan tingkat tinggi di Markas Besar PBB di New York, akhir pekan lalu. Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono meyakini, Indonesia bisa mencapai target itu, namun dengan syarat jika pemerintah pusat dan daerah memiliki tekad yang sama.
"Sekarang ini ada yang punya kepedulian tinggi, ada yang tidak. Sehingga hasilnya pun ada angka AIDS yang tinggi, seperti di Papua, ada yang rendah yaitu karena terkontrol dengan baik. Kalau dilakukan langkah-langkah yang nyata, saya berkeyakinan target-target global maupun nasional di daerah-daerah bisa tercapai di Indonesia," kata Menkokesra seperti dilansir Antara (14/6/2011). Menurutnya, Indonesia hingga kini menunjukkan kemajuan dalam menjalankan berbagai target menyangkut pencegahan dan pengendalian penularan HIV/AIDS. Kemajuan juga dialami dalam hal komposisi penyediaan dana untuk obat-obatan, yang saat ini bersumber 70 prosen dari dalam negeri dan 30 prosen dari bantuan luar negeri, termasuk Global Fund. Pertemuan Tingkat Tinggi selama tiga hari yang dihadiri 3.000 peserta, termasuk 30 kepala negara/pemerintahan, berakhir dengan menghasilkan "Political Declaration on HIV/AIDS: Intensifying our Efforts to Eliminate HIV/AIDS" dalam sidang Majelis Umum PBB.
Melalui deklarasi itu, untuk pertama kalinya negara-negara anggota PBB menetapkan target-target global, baik dalam upaya pencegahan maupun pengobatan.
Selain berisi komitmen global yang relatif ambisiius dalam meningkatkan upaya menghapuskan HIV/AIDS, deklarasi secara khusus juga menetapkan berbagai langkah yang akan ditempuh negara-negara untuk mencapai target tersebut.
Sebagai Ketua Delegasi RI di Pertemuan Tingkat Tinggi itu, Menko Kesra dalam pidatonya di Majelis Umum mengungkapkan masih banyak tantangan yang dihadapi Indonesia ke depan, termasuk masih tingginya ketidakpedulian tentang penyakit HIV/AIDS.
Untuk ke depan, ujarnya, Indonesia akan memberi perhatian lebih kepada tiga kalangan, yaitu perempuan, yang makin banyak terkena HIV positif; pria berisiko tinggi terkena HIV dan bekerja di tempat terpencil seperti pertambangan, perikanan, pertanian; serta kalangan muda berusia 15-24 tahun yang rentan terkena HIV karena gaya hidup mereka, menjadi pekerja seks atau penggunaan jarum suntik untuk narkoba.
Pengetahuan
Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kementerian Kesehatan RI, M. Subuh, mengungkapkan bahwa empat target nasional, yang didasarkan pada Millenium Development Goals (MDGs) 2015 dan Inpres 3/2010 menyangkut pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS di Indonesia, sebagian besar sudah berada dalam jalur yaitu dalam hal akses pengobatan, pemakaian kondom, serta prevelansi.
Namun, pengecualian terletak pada tingkat pengetahuan masyarakat tentang cara penularan HIV/AIDS. "Kalau dilihat, dari 104 butir poin deklarasi itu, mungkin 80-90 persennya sudah bisa kita laksanakan... kecuali pengetahuan," katanya. Menurut Subuh, sampai akhir 2014 ditargetkan pengetahuan komprehensif masyarakat berusia di atas 15 tahun mencapai 95 persen. Namun sampai 2010, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), baru 11,6 prosen masyarakat usia tersebut yang memiliki pengetahun komprehensif tentang cara penularan HIV/AIDS.
Sebagai gambaran, hasil riset pengetahuan dasar dengan mengajukan tiga pertanyaan utama menyangkut HIV/AIDS, ungkap Subuh, menunjukkan 86,4 persen responden menjawab bahwa HIV AIDS dapat ditularkan melalui nyamuk, berjabatan tangan dan bekas minuman.
"Dari situ saja kita tau bahwa masyarakat tidak mengerti, belum paham, atau mempunyai stigmatisasi sehingga tidak mau tahu dengan cara penularannya," katanya.
Upaya peningkatan pengetahuan menurutnya akan terus didorong melalui pemerintah-pemerintah daerah. "Upaya untuk meningkatkan pengetahuan kita lakukan juga bersama-sama dengan dunia pendidikan. Sebagian juga mungkin bulan Juli (2011) ini sudah masuk dalam kurikulum mereka," tandasnya.

7 Olahraga yang Bikin Seksi

Jangan meremehkan manfaat olahraga untuk meningkatkan gairah seksual lho. Olahraga yang dilakukan secara teratur akan meningkatkan mood, membuat gairah lebih membara, dan tentunya membakar kalori sehingga Anda lebih pede saat memamerkan tubuh di hadapan pasangan.
Jika alasan di atas masih belum membuat Anda berniat untuk berolahraga, mungkin "olahraga seksi" layak untuk dicoba karena bisa membuat aksi Anda lebih "panas" saat di ranjang.
"Olahraga seksi akan membuat kita lebih menyesuaikan diri pada tubuh dengan cara yang sensual sehingga kita merasa lebih menerima dan tertarik kepada seks," kata Marianne Brandon, PhD, psikolog klinik dan seks terapis dari AS.
Berikut adalah cara membakar kalori dengan cara "seksi":
1. Tari Salsa
Jangan ragu turun ke lantai dansa dan menari salsa. Melakukan tari salsa selama 30 menit cukup membakar 200 kalori. Tak ada salahnya mengajak pasangan untuk berlatih bersama-sama. Gerakan-gerakan sensual dalam tarian ini tentu akan membuat Anda dan pasangan tak sabar menunggu waktu malam.
2. "Pole dancing"
Menari di tiang (pole dancing) kini bukan hanya untuk para penari erotis. Di pusat-pusat kebugaran tarian tiang ini sudah dimodifikasi menjadi salah satu varian senam aerobik. Walau gerakannya sedikit erotis, sebenarnya gerakan dalam pole dancing ini sangat efektif menguatkan otot. Pole dancing ini juga sering direkomendasikan Brandon untuk pasien wanita yang sedang mengalami penurunan libido.
3. Tari perut
Pesan utama yang bisa diambil dari tarian asal Timur Tengah ini adalah cintai tubuhmu apa adanya. Anda tidak perlu bertubuh langsing dengan pinggang bak gitar untuk terlihat seksi saat melakukan tari perut. Siapa pun bisa menari perut. Selain membuat Anda merasa seksi, dalam satu jam tari perut akan membuat 300 kalori terbakar.
4. "Hula hoop"
Olahraga ini bukan cuma untuk anak-anak. Selain menggoyangkan pinggul dengan hula hoop, Anda juga bisa mengombinasikan dengan gerakan lain. Lakukan secara teratur, bukan hanya lingkar pinggang yang akan berkurang, kegiatan ini juga akan membuat kita merasa lebih fun. "Ini akan membuat kita melihat citra tubuh secara lebih baik. Pada akhirnya kita akan lebih tertarik pada aktivitas seksual," kata Brandon.
5. Tari Zumba
Zumba sebenarnya berarti "bergerak dengan cepat". Tarian yang berasal dari Kolombia ini sedang menjadi tren di Amerika Serkat. Olahraga ini menggabungkan gerakan aerobik yang lincah dan dinamis dengan tarian Latin yang seksi serta gerakan tari hip-hop.
6. Tarian Bollywood
Tarian yang terinsipirasi dari Bollywood, India, ini sangat efektif membuat kita lebih berenergi sekaligus merasa seksi. Ditambah lagi kemampuannya membakar kalori hingga 200 kalori dalam 30 menit. Selain itu, kebanyakan tarian India bercerita tentang indahnya jatuh cinta atau kehilangan cinta. Anda juga bisa melakukan tarian ini di rumah dengan melihat video atau VCD senam Bollywood.
7. "Naked Yoga"
Berlatih yoga tanpa busana (naked yoga) sebenarnya hampir sama dengan yoga biasa, kecuali yang melakukannya tidak menggunakan selembar pakaian pun. Para pelaku yoga ini mengaku tanpa pakaian mereka merasa lebih rileks, tenang, dan melakukan gerakan lebih baik. Mereka juga mengatakan lebih mampu menghargai tubuh apa adanya.
Menurut Brandon, semua pose yoga, dilakukan dengan busana atau tidak, bermanfaat untuk membuka pinggul, paha, dan pelvis serta menguatkan otot dasar panggul. Jika dilakukan secara teratur, latihan ini akan menghasilkan orgasme yang lebih dalam.

Pertumbuhan Kota Picu Perkembangan DBD

Pertumbuhan penduduk dan ekonomi di negara berkembang, termasuk di kawasan ASEAN, memperbesar masalah demam dengue. Apalagi, perkembangan di sebagian besar negara berkembang belum diikuti infrastruktur dan sistem kesehatan masyarakat memadai.
Hal itu mengemuka dalam ASEAN Dengue Conference bertema ”Dengue is Everybody’s Concern, Causing Socio-Economic Burden, but It’s Preventable”, Selasa (14/6). Dalam kesempatan yang sama dilaksanakan Dialog Nasional Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih dan Menteri Dalam Negeri dengan perwakilan pemerintah daerah.
Dalam makalahnya, Director Signature Research Program in Emerging Infectious Diseases Duke-NUS Graduate Medical School Singapore Duane J Gubler menyatakan, tren perubahan epidemi dengue merupakan tren global. Pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang, termasuk di ASEAN, mendorong pertumbuhan kawasan perkotaan dan perkembangan transportasi modern. Hal itu diikuti perpindahan penduduk, hewan, komoditas, dan patogen.
Berdasarkan kasus yang dicatat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terjadi peningkatan kasus demam dengue secara global, yakni dari 908 kasus di hampir 10 negara tahun 1955-1959 menjadi 1.016.612 kasus di hampir 60 negara tahun 2000-2009.
Di Indonesia, kasus demam berdarah dengue (DBD) meningkat sejak tahun 1968, dari puluhan kasus menjadi 155.777 kasus tahun 2010 dengan total kematian 1.358 orang. Rata-rata tingkat kejadian nasional 65,57 per 100.000 penduduk.
Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama mengatakan, peningkatan jumlah penduduk dan perubahan wilayah dari desa ke kota serta urbanisasi sering tidak diikuti dengan penataan kota yang baik.
Penyakit DBD tak lepas dari nyamuk sebagai vektor (pembawa) virus dengue. Daerah perkotaan yang kurang resapan air, padat, dan lingkungan yang tidak memerhatikan aspek kesehatan menjadi habitat nyamuk. Untuk itu, pemberantasan sarang nyamuk merupakan strategi utama.
Pemberantasan sarang nyamuk dan larva (jentik) juga menjadi strategi utama sejumlah negara di ASEAN seperti Singapura, Malaysia, dan Brunei. Strategi itu diikuti manajemen penanganan kasus yang mengedepankan diagnosa tepat secepat mungkin.
Dalam dialog dengan para perwakilan pemda, Menkes mengatakan, penanganan demam dengue terbaik dengan pendekatan promotif dan preventif. Kota Mojokerto, misalnya, berhasil menurunkan angka kesakitan DBD lewat pemberantasan sarang nyamuk. Tahun 2004-2006 di Mojokerto selalu terjadi kejadian luar biasa. Angka kesakitan DBD 227 per 100.000 penduduk. Tahun 2010, setelah program berjalan, angka kesakitan turun menjadi 15 per 100.000 penduduk.
Uji coba vaksin Endang mengatakan, pengembangan vaksin DBD akan mengurangi angka kesakitan secara signifikan. Namun, manfaat vaksin baru akan dirasakan bertahun-tahun ke depan.
Seorang ahli yang terlibat dalam pengembangan vaksin oleh suatu produsen farmasi, Alain Bouckenooghe, menyatakan dalam makalahnya, pengembangan vaksin dengue dilakukan sejak tahun 1920. Sejumlah tantangan antara lain tidak adanya model binatang untuk demam dengue dan ada empat serotipe virus sehingga pembuatan vaksin rumit. Uji klinis untuk efikasi vaksin dilakukan tahun 2009 di Thailand. Uji klinis fase tiga dilakukan di sejumlah negara Asia.
Sehari sebelumnya, Ketua Tim Vaksinasi DBD DKI Jakarta dr Rini Sekartini mengatakan, dari 200 anak sekolah dasar yang jadi responden uji coba vaksin, baru 13 anak yang divaksinasi. Mereka bagian dari 800 penduduk Jakarta yang akan divaksinasi. Total penduduk Indonesia yang akan divaksinasi 2.000 orang. Negara lain tempat uji coba vaksin DBD adalah Thailand, Vietnam, Filipina, dan Malaysia. (WIN/INE)

Bisakah Hipnoterapi Hilangkan Beban?

TANYA :
Dok, saya ingin sekali di-hipnoterapi karena begitu banyak rahasia yang saya simpan sendiri dan saya takut untuk mengungkapkannya kepada orang- orang yang saya kenal. Bisakah hipnoterapi membuat saya terhindar dari beban itu, seperti saya sudah mengatakannya kepada masing-masing orang yang berhak mengetahuinya?
(RANI, 20, JAKARTA)

JAWAB :
Rani yang Baik,
Hipnoterapi dalam ilmu kedokteran jiwa atau psikiatri adalah bagian dari Psikoterapi. Hipnoterapi adalah salah satu pilihan psikoterapi selain dengan terapi kognitif dan perilaku, terapi interpersonal, psikoanalisis, terapi kelompok dan macam-macam lainnya. Hipnoterapi tidak selalu dilakukan untuk setiap orang, namun dilakukan jika pada pemeriksaan dengan menggunakan wawancara psikiatrik ditemukan bahwa pasien atau klien ini cocok dengan penggunaan hipnoterapi.
Orang yang melakukan hipnoterapi pun sepatutnya menguasai teknik-teknik psikoterapi dasar, ilmu diagnosis gangguan jiwa,ilmu perilaku manusia dan kesehatan jiwa. Hal ini agar hipnoterapi yang dilakukan bukanlah hanya sekedar merelaksasikan pikiran atau menambah input-input positif tanpa tahu dasar diagnosis pasien/klien.
Satu hal yang perlu diingat dan ini yang sering disalahpahami adalah bahwa Hipnoterapi bukanlah cara instan untuk melepaskan diri dari masalah di pikiran kita. Ini bukanlah cara instan yang bisa menjawab semua keadaan yang dialami oleh pikiran orang yang mengalami masalah. Ada tahapan-tahapan yang harus dilalui.
Jadi, bila Rani menginginkan hipnoterapi sebagai suatu cara untuk menghilangkan beban akibat rahasia-rahasia yang disimpan sepertinya konsep hipnoterapi yang dipahami Rani kurang tepat.
Dalam kondisi Rani, mungkin hipnoterapi bisa membantu Rani untuk lebih berani mengungkapkan rahasia kepada orang yang Rani anggap memang bisa memahami apa yang dialami Rani. Jadi ingat, sekali lagi bahwa hipnoterapi dalam hal ini bukan bersifat pasif dan bekerja sendiri, tapi memerlukan juga bantuan dari pasien/klien itu sendiri. Semoga jawaban ini bisa membantu.
Salam Sehat Jiwa.
Share

Mengapa Berhenti Merokok Bikin Gemuk?

Bukan rahasia lagi jika pecandu rokok yang ingin menghentikan kebiasaan buruknya itu sering mengeluh berat badannya bertambah. Ternyata hal itu berkaitan dengan kemampuan nikotin mengganggu sel di otak yang bertugas memberi sinyal saat perut sudah merasa kenyang.
Mekanisme tersebut baru diketahui para peneliti yang hasil risetnya dipublikasikan dalam jurnal Science. Penemuan ini secara tidak sengaja diketahui ilmuwan dari Yale University saat meneliti nikotin pada mencit. Binatang tersebut mendadak mulai makan lebih sedikit saat zat nikotin memasuki tubuhnya.
Di dalam otak, nikotin akan menempel pada berbagai reseptor di permukaan sel, termasuk juga pada bagian ganjaran (reward) sehingga memberikan rasa nikmat dan membuat seseorang ingin mengulanginya.
Selain itu ternyata nikotin juga mengikatkan diri pada reseptor pada saraf yang mengatur nafsu makan, yang tidak terkait pada efek adiksi. Bagian saraf ini berlokasi di hipotalamus dan mengirimkan sinyal kenyang setelah makan sehingga kita bisa mengatur kapan harus berhenti.
Hal ini menjelaskan mengapa para perokok sering merasa tidak lapar ketika mereka sedang menghisap tambakau. Ketika mereka ingin berhenti dari kebiasaan merokok, banyak perokok yang mulai makan lebih banyak, sehingga rata-rata mengalami kenaikan berat badan sampai 5 kilogram setelah berhenti.
Meski kenaikan berat badan yang dialami tergolong sedang, namun menurut Picciotto hal ini bisa menghambat motivasi seseorang untuk berhenti merokok. Dengan diketahuinya mekanisme nikotin di otak, diharapkan akan diciptakan obat untuk lepas dari kebiasaan merokok yang mampu bekerja secara spesifik pada reseptor di otak.
Obat semacam itu sebenarnya sudah tersedia di daerah Eropa Timur yang dibuat dari tumbuh-tumbuhan. Namun obat ini memiliki efek samping.
"Reseptor itu juga berkaitan dengan respon stres tubuh sehingga bisa menyebabkan efek samping seperti tekanan darah tinggi," kata Marina Picciotto, peneliti dari Yale.
Ia menambahkan, rokok memiliki banyak efek buruk seperti memicu kanker, serangan jantung dan berbagai penyakit kronik lagi. Karena itu bertambah sedikit berat badan menurutnya bukan hal yang perlu dikhawatirkan.

Asap Rokok Telah Mengepung Kita

Sekitar 50 anak usia 8-14 tahun terlibat dalam permainan interaktif tentang bahaya merokok di Lantai IV Gereja St Yoseph, Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, Minggu (5/6). Dari kegiatan itu diketahui, ternyata semua anak itu telah tahu dan mengenal rokok. Mereka mendapatkan informasi rokok dari perokok serta iklan dan promosi yang mereka temui, baca, atau lihat setiap hari di sekeliling mereka.
Apa yang muncul dari kegiatan itu sama dengan kondisi yang terjadi sebenarnya di masyarakat. Riset yang pernah dilakukan Komisi Nasional Perlindungan Anak bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Hamka pada 2007 menemukan hal yang sama.
Sebanyak 99,7 persen remaja usia 13-15 tahun pernah melihat iklan rokok di televisi, 76,2 persen pernah melihat iklan rokok di media cetak, dan 86,7 persen pernah melihat iklan rokok di baliho atau poster di luar ruang. Tidak kurang dari 81 persen remaja responden riset juga mengaku pernah mengikuti kegiatan yang disponsori industri rokok.
”Asap rokok memang telah mengepung kita. Semakin banyak keluarga, teman, atau kenalan kita sakit, bahkan meninggal dunia akibat rokok. Namun, tetap saja jumlah perokok bertambah,” kata Connie T, ketua panitia kegiatan promosi antirokok kepada anak itu.
Apa yang dilakukan Connie agaknya tidak sebanding dengan apa yang dilakukan industri rokok dan pengikutnya demi mempromosikan rokok. Lihat saja, selain iklan rokok yang berhamburan di setiap media, hampir setiap bulan di depan halaman Balai Kota DKI Jakarta ataupun di DPRD DKI Jakarta selalu ada demo yang menuntut dicabutnya Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2010.
Pergub yang menghapus ruang khusus merokok di tempat umum itu membuat perokok tidak bisa merokok di dalam ruangan di tempat umum kecuali di udara terbuka. Para pendemo sering kali mengajak pedagang asongan berdemo, dengan alasan mereka inilah yang akan terkena dampaknya dengan pelarangan itu.
Aksi demo ini tentu saja mengherankan. Masalahnya, sudah dilarang saja jumlah perokok tiap tahun terus meningkat. Bahkan, Indonesia menduduki peringkat ketiga dengan jumlah perokok terbesar di dunia setelah China dan India (WHO, 2008). Pada tahun 2007, Indonesia menduduki peringkat ke-5 konsumen rokok terbesar setelah China, Amerika Serikat, Rusia, dan Jepang.
Hasil Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan tahun 2010 menemukan penduduk berumur di atas 15 tahun yang merokok sebesar 34,7 persen. Peningkatan prevalensi perokok terjadi pada kelompok umur 15-24 tahun dari 17,3 persen (2007) menjadi 18,6 persen atau naik hampir 10 persen dalam kurun tiga tahun. Peningkatan juga terjadi pada kelompok umur produktif, yaitu 25-34 tahun dari 29,0 persen (2007) menjadi 31,1 persen (2010).
Hasil riset yang mengejutkan ini tentu saja mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk terus menjaga warganya dari bahaya asap rokok. Pemprov menilai, upaya pengendalian rokok ini harus terus dilakukan.
Sebenarnya pada tahun 2004, Pemprov DKI sudah mengeluarkan Surat Keputusan Gubernur No 16/2004 tentang pengendalian rokok di tempat kerja di lingkungan Pemprov DKI. SK itu disosialisasikan di seluruh jajaran pemerintah daerah hingga kecamatan dan kelurahan, bahkan di lingkungan kerja di DKI harus ada kawasan tanpa rokok.
SK Gubernur ini lalu dikembangkan menjadi Peraturan Daerah No 75/2005 tentang Kawasan Dilarang Merokok di tempat belajar mengajar, tempat bermain anak, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja dan tempat umum. Namun, ini pun ternyata belum efektif.
Tidak peduli
Masih banyak ditemukan perokok yang tidak peduli dengan merokok di tempat umum. Selain itu, asap rokok masih bisa mencemari ruangan-ruangan lain sehingga membahayakan yang tidak merokok. Melihat kenyataan ini, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo pun akhirnya mengeluarkan Pergub No 88/2010 yang menghapus semua tempat merokok di tempat umum.
”Kita sudah mengetahui, penyakit-penyakit yang ditimbulkan rokok telah melemahkan sumber daya kita. Asap rokok telah memicu sedikitnya 35 macam penyakit, mulai dari penyakit saluran pernapasan, kanker paru-paru, penyakit pembuluh darah, impotensi, stroke, dan kanker kandung kemih. Jadi, lebih banyak kerugian yang ditimbulkan dari pada keuntungannya,” papar Fauzi.
Data dari Tobacco Control Support Center-Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia menyebutkan, kerugian akibat penyakit yang ditimbulkan asap rokok mencapai Rp 167 triliun pada tahun 2005. Pada saat yang sama, pendapatan pemerintah dari cukai tembakau hanya sebesar Rp 32,6 triliun.
Sementara Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah DKI Jakarta Peni Susanti mengatakan, berdasarkan hasil survei, sebagian besar masyarakat kalangan menengah ke bawah menghabiskan 20 persen dari pendapatannya untuk membeli rokok. Kenyataan ini tentu sangat ironis sekali mengingat untuk makan saja terkadang susah, tetapi mereka mampu menyisihkan uangnya hanya untuk rokok.
Dengan melihat kondisi buruk yang ditimbulkan rokok dan gempuran yang terus-menerus dilakukan oleh industri rokok dan kelompok pengikutnya, upaya untuk membebaskan masyarakat yang tidak merokok dari bahaya asap rokok harus terus dilakukan. Keikutsertaan warga masyarakat pun dibutuhkan, yakni dengan memberikan sanksi sosial bagi perokok. Caranya dengan berani menegur perokok ketika mereka merokok di sembarang tempat.
Penulis : M Clara Wresti

Temulawak Bisa Melawan Penuaan

Industri jamu di Indonesia saat ini tengah mengembangkan penelitian untuk memanfaatkan potensi herbal dalam mengatasi masalah degeneratif atau penyakit penuaan.
Menurut keterangan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional, Charles Saerang, salah satu penelitian yang sedang dikembangkan pabrik jamu adalah memanfaatkan kombinasi antara temulawak dan sambiloto sebagai anti-penuaan.
Kombinasi antara dua jenis tanaman ini, kata Charles, dipercaya memiliki manfaat bagi kesehatan terutama sebagai antioksidan. "Kombinasi antara sambiloto dengan temulawak bisa menghambat penuaan sehingga orang terlihat awet muda. Hal tersebut telah kita pelajari dari beberapa ratus orang yang mengonsumsi, nyatanya terasa lebih segar. Dan dapat memotivasi kerja makin meningkat," ujar Charles saat ditemui di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, Sabtu (11/6/2011).
Charles menambahkan, penggunaan sambiloto dalam formula antioksidan tersebut tidak dapat berdiri sendiri. Pasalnya, tanaman ini memiliki rasa pahit yang luar biasa, dan diduga dapat menyebabkan kerusakan pada liver.
Hal itulah yang membuat sambiloto harus dikombinasikan dengan temulawak. Meskipun pada beberapa penelitian di Thailand, kata Charles, sambiloto dipercaya mempunyai manfaat menyembuhkan penyakit kanker perut karena rasa pahitnya tersebut.
Temulawak paling banyak digunakan
Charles memaparkan, temulawak saat ini adalah salah satu jenis tanaman yang digunakan sebagai dasar pembuatan jamu, dan paling banyak digunakan oleh pabrik-pabrik jamu di Indonesia.
"Jadi, ramuan apa pun juga di herbal kalau enggak pakai temulawak tidak akan efektif. Temulawak ini sebagai suatu tanaman yang juga mengakomodasi seluruh tanaman lain," ujarnya.
Sejak zaman dulu, lanjut Charles, temulawak memang telah dipercaya sebagai obat herbal yang mempunyai banyak manfaat, di antaranya membuat tidur jadi nyenyak, meningkatkan nafsu makan, dan memperlancar buang air besar.

Kenapa Beras Merah Lebih Menyehatkan?

Selama ini, sebagian besar masyarakat lebih memilih untuk mengonsumsi beras putih dibanding beras merah. Padahal, ada banyak kelebihan dan manfaat yang terkandung dalam sebutir beras merah.
Menurut dr. Samuel Oetoro MS, SpGK, pakar gizi klinis dari MRCCC Siloam, beras merah mempunyai kandungan vitamin B1, B6, dan B12 yang tinggi. Sebagaimana diketahui, vitamin B merupakan kunci untuk pembentukan energi bagi tubuh manusia.
"Pembentukan energi di sel, difasilitasi oleh kecukupan vitamin B. Salah satunya ada di beras merah," katanya, dalam acara Diskusi Sehat Bersahabat dengan Glukosa, Selasa, (14/6/2011) di Jakarta.
Selain itu, kata Samuel, beras merah mempunyai kandungan serat lebih tinggi dibandingkan beras putih. Manfaat dari serat tersebut di antaranya untuk mengganggu penyerapan gula dalam karbohidrat, serta mengganggu penyerapan lemak yang masuk bersama makanan sehingga akan lebih menyehatkan.
"Jadi memang keliatannya kasat mata kurang menarik. Tapi dia sehat karena seratnya tinggi. Sebaiknya, kalau makan jangan pilih beras putih, pulen, atau nasi ketan, yang kelihatannya putih kinclong, itu tidak sehat karena bisa membuat kadar gula darah anda naik," jelasnya.
Dalam beberapa literatur dikatakan, unsur gizi lain yang terdapat pada beras merah adalah fosfor (243 mg per 100 gr bahan) dan selenium. Selenium merupakan elemen kelumit (trace element) yang merupakan bagian esensial dari enzim glutation peroksidase. Enzim ini berperan sebagai katalisator dalam pemecahan peroksida menjadi ikatan yang tidak bersifat toksik.
Peroksida dapat berubah menjadi radikal bebas yang mampu mengoksidasi asam lemak tidak jenuh dalam membran sel hingga merusak membran tersebut, menyebabkan kanker, dan penyakit degeneratif lainnya. Karena kemampuannya itulah banyak pakar mengatakan beras merah mempunyai potensi untuk mencegah penyakit kanker dan penyakit degeneratif lain.

Apel, Buah Paling Tercemar Pestisida

Buah apel menduduki urutan pertama sebagai produk yang paling terkontaminasi pestisida dalam laporan yang dipublikasikan Environmental Working Group, kelompok advokasi kesehatan publik Amerika.
Laporan tersebut merupakan yang ketujuh yang menganalisis data pemerintah terhadap 53 buah dan sayuran untuk mengetahui hasil tanaman yang paling tinggi pestisidanya setelah dicuci. Untuk produk yang ternyata paling terkontaminasi, Environmental Working Group (EWG) merekomendasikan untuk memilih yang organik.
Buah apel naik tiga peringkat dari tahun lalu, menggantikan seledri yang sebelumnya menduduki urutan pertama dan kini turun di urutan kedua. Hampir 92 persen apel mengandung dua atau lebih pestisida.
"Mungkin apel diberi pestisida dan pembasmi jamur lebih banyak agar buah ini bisa awet lebih lama," kata analis EWG, Sonya Lunder. "Pestisidanya mungkin saja dalam jumlah kecil, tetapi kita belum tahu apakah ada efeknya dalam jangka panjang," lanjutnya.
Sementara itu, stroberi berada di urutan ke-3 dan anggur yang diimpor menempati urutan ketujuh. Di lain pihak bawang menjadi produk pertanian yang paling "bersih" dengan jumlah pestisida paling minim.
Produk pertanian yang masuk dalam daftar 12 paling terkontaminasi adalah apel, seledri, stroberi, buah persik (peach), bayam, nectarine (buah lokal AS), anggur, merica, kentang, bluberi, selada dan kale.
Ranking ini menggambarkan jumlah bahan kimia yang berada dalam makanan. Mayoritas bahan makanan yang diteliti ini sudah dicuci dan dikupas sebelumnya. Mencuci buah dan sayur dengan produk pencuci ternyata tidak cukup ampuh untuk menghilangkan pestisida karena zat kimia itu diserap oleh tanaman dan terletak di bawah kulit buah.
Mengonsumsi lima macam buah dan sayuran dari kelompok yang paling terkontaminasi berarti terpapar 14 jenis pestisida.
Untuk mereka yang tidak mampu membeli produk organik, Ken Cook, Presiden EWG, menganjurkan agar memilih buah lain sebagai alternatif. "Tidak bisa membeli apel organik, pilih saja nanas, avokad, atau mangga. Buah ini berada dalam urutan teratas sebagai buah paling minim kontaminasi," katanya.
Buah yang tergolong bersih adalah yang mengandung pestisida kurang dari 10 persen. Sayuran yang masuk dalam kelompok ini antara lain asparagus, jagung, dan bawang.
Berikut urutan 15 buah dari kelompok bersih sesuai urutan, yakni bawang, jagung, nanas, alpukat, asparagus, kacang polong, mangga, terung, cantaloupe, kiwi, kol, semangka, kentang manis, jeruk besar, dan jamur.
Paparan pestisida dari makanan yang diasup diketahui bersifat toksik pada sistem saraf, menyebabkan kanker, mengganggu sistem hormon dan menyebabkan gangguan otak pada anak. Ibu hamil juga disarankan untuk menghindari makanan yang tercemar pestisida.
Penelitian yang dilakukan tim dari Harvard School of Public Health menunjukkan anak-anak yang terpapar pestisida memiliki risiko lebih tinggi menderita hiperaktif (ADHD).
Sumber :USA Today

E. Coli Telan Korban Anak-anak

Seorang bocah laki-laki berusia dua tahun menjadi korban pertama dari kalangan anak-anak yang meninggal akibat infeksi bakteri E. coli di Jerman. Data resmi menyebutkan, hingga saat ini wabah infeksi bakteri Enterohaemorrhagic E. coli (EHEC) ini telah menelan 36 korban meninggal di Jerman dan satu lainnya di Swedia.
Bocah yang berasal dari wilayah utara kota Celle itu akhirnya meninggal setelah mendapat perawatan di sebuah rumah sakit di Hanover. Otoritas di Lower Saxony menyatakan, anak tersebut tewas karena mengalami gagal ginjal dan kerusakan sel-sel darah merah secara abnormal, dua gajala khas yang muncul akibat infeksi EHEC.
Anak tersebut tercatat sebagai korban termuda sejak wabah E. coli merebak di Jerman pada bulan Mei lalu. Ayahnya dan kakaknya yang berusia 10 tahun juga terinfeksi oleh bakteri mematikan tersebut namun berangsur pulih.
The Robert Koch Institute, lembaga pengendalian dan pencegahan penyakit di Jerman, pada Selasa (14/6/2011) kemarin menyatakan bahwa hingga kini tercatat total 3.235 kasus dilaporkan di negara tersebut. Di antara kasus tersebut, 782 orang dirawat karena mengalami haemolytic uraemic syndrome (HUS).
Lembaga itu menambahkan, jumlah kasus baru infeksi memang telah menurun drastis dalam beberapa hari terakhir, di mana hanya tujuh kasus saja dilaporkan pada Selasa kemarin.
Pemerintah Jerman mengumumkan pada Jumat lalu bahwa kecambah dari kawasan pertanian di wilayah utara Jerman adalah salah satu sumber wabah E.Coli berbahaya. Pengumuman itu juga meluruskan peringatan sebelumnya akan bahaya memakan ketimun, tomat dan selada mentah. Walau begitu, kepanikan masyarakat terhadap produk makanan kadung terjadi dan menimbulkan kerugian hingga ratusan juta dollar AS di kalangan industri pertanian.

Perban Ini Cegah Luka Parut Pascaoperasi

Luka bekas jahitan operasi sering kali menimbulkan parut yang mengganggu penampilan kulit. Untuk mengatasinya, para ilmuwan menciptakan perban atau plester yang mampu menjaga kemulusan kulit pascaoperasi.
Perban tersebut dibuat dari bahan silikon sehingga dapat diregangkan menutupi luka dan tetap bertahan hingga 8 minggu. Cara kerja perban ini adalah mengurangi tekanan pada kulit yang akan menyebabkan bekas atau parut.
Terbentuknya luka parut pascaoperasi bisa dijelaskan secara singkat oleh mekanisme berikut. Pascaoperasi jahitan dipakai oleh dokter untuk menyatukan dua jaringan sehingga luka menjadi sembuh dan kulit menyatu kembali. Pada tahap awal penyembuhan luka, inflamasi di sekitar area yang luka akan merangsang produksi kolagen.
Lapisan dari susunan kolagen akan membantu luka sembuh. Namun, lapisan baru yang terbentuk biasanya tidak sama lagi dengan jaringan sebelumnya serta terpisah dari kulit sekitar sehingga terbentuk parut.
Masalah itu diperburuk dengan dilepasnya jahitan karena bagian pinggir jaringan tertarik ke arah yang berbeda akibat kulit yang teregang. Tekanan ini akan menyebabkan jaringan parut menyebar melebihi luka sehingga menembal dan tampak menonjol.
Dalam studi terbaru terungkap, 9 dari 10 orang yang menjalani prosedur operasi dalam periode 6-12 bulan terakhir mengaku tidak senang dengan luka parut di kulit mereka.
Para ilmuwan dari Universitas Stanford Amerika Serikat telah mengembangkan perban yang efektif mencegah parut. Perban ini akan langsung ditempelkan begitu jahitan operasi dilepas. Perban ini juga didesain untuk berkontraksi perlahan dalam beberapa jam sehingga tekanannya lebih lembut pada jaringan luka. Tekanan yang lebih sedikit ini akan mencegah jaringan parut menyebar.
Uji coba pertama perban ini dilakukan pada babi karena memiliki kulit yang mirip dengan manusia. Hasilnya, terjadi pengurangan luka parut hingga 60 persen pada bekas luka sayatan satu inci.
Kemudian uji coba dilakukan pada 9 wanita yang melakukan operasi pengencangan kulit perut (tummy tuck), prosedur operasi yang biasanya meninggalkan bekas luka parut yang lebar dan tebal. Separuh wanita diberi perban silikon dan sisanya perban biasa.
Hasilnya, yang memakai perban silikon, luka parutnya jauh lebih kecil. "Makin sedikit tekanan pada jaringan di sekitar luka, makin kecil pula bekas parutnya," kata Dr Nick Lowe dari British Association of Dermatologist, menanggapi studi ini.

Kena Asap Rokok, Anak Jadi Kecanduan Nikotin

Ini adalah peringatan bagi para perokok. Segera matikan rokok Anda jika di sekitar ada anak dan remaja. Pasalnya, anak yang menjadi perokok pasif lama-lama akan ikut kecanduan nikotin.
Penelitian yang dilakukan para ahli dari Concordia dan Universitas Montreal Kanada menemukan, remaja yang sering terpapar asap rokok dari orangtua, saudara, teman atau orang di sekitarnya lambat laun akan mulai merokok juga.
"Anak yang melihat orang lain merokok akan meniru kebiasaan itu karena tak menganggap rokok sebagai bahaya. Hasil pengamatan kami menunjukkan walau tidak pernah merokok, anak yang terpapar rokok akan melihat kebiasaan itu wajar sehingga mereka akan mulai merokok di usia remaja," kata Simon Racicot, dari Departemen Psikologi Universitas Concordia.
Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nicotine & Tobacco Research ini menambah panjang bukti dari efek negatif berada di lingkungan perokok.
Peneliti senior Jennifer J. McGrath menyebutkan sekitar 60 persen anak di Amerika Utara merupakan perokok pasif. "Makin banyak perokok di sekitar anak, makin tinggi paparan nikotin yang diterima mereka. Padahal anak yang jadi perokok pasif menyerap nikotin dalam dosis lebih tinggi dari perokok aktif," katanya.
Hasil riset awal menunjukkan paparan rokok akan memengaruhi otak perokok pasif sehingga menimbulkan reaksi kecanduan, bahkan sebelum anak tersebut mulai menjadi perokok.
Dalam penelitian ini 327 remaja usia 11-13 tahun diwawancarai mengenai kebiasaan merokok, jumlah perokok di rumah dan lingkungan mereka, serta situasi ketika mereka merokok.
"Pra remaja yang dikelilingi oleh perokok adalah calon perokok juga," demikian kesimpulan para peneliti.
Oleh karena itu, para peneliti menyarankan perlunya langkah pencegahan khusus untuk anak-anak yang menjadi perokok pasif. Kesadaran akan bahaya rokok ini seharusnya sampai pada anak-anak dan orangtuanya.
"Orang dewasa atau orangtua seharusnya tidak merokok di sekitar anak, baik itu di rumah atau kendaraan demi mencegah anak menjadi perokok pasif," kata Racicot.

Promosi Gaya Hidup Sehat Melalui Media Sosial

Sungguh sayang jika media sosial seperti blog, Facebook atau Twitter hanya digunakan untuk sarana "narsis" saja. Melalui media baru ini sebenarnya siapa pun bisa menjadi pewarta untuk menyampaikan informasi bermanfaat, seperti halnya promosi gaya hidup sehat.
Hal tersebut mendasari PT.Nutrifood Indonesia untuk mengadakan Health Agent Award 2011 yang bertujuan untuk mengampanyekan pentingnya gaya hidup sehat dan nutrisi seimbang bagi para mahasiswa melalui ajang media sosial.
"Social media dipilih sebagai tools utama, karena gerakan-gerakan sosial termasuk informasi gaya hidup sehat seperti ini dapat dicapai secara efektif dan mudah," kata Arninta Puspitasari, public relations associate manager Nutrifood di sela acara pengumuman pemenang Health Agent Award 2011 di Jakarta, Selasa (14/6).
Kegiatan Health Agent award 2011 diikuti oleh 9 tim yang terdiri dari mahasiswa berbagai universitas yang masing-masing tim terdiri dari 3 orang mahasiswa. Seluruh finalis Health Agent Award tersebut lalu mendapatkan pembekalan berupa training gaya hidup sehat bernutrisi pada bulan april yang lalu. Setelah mengikuti kegiatan edukasi, para tim health agent diharuskan untuk menjalankan proyek kampanye gaya hidup sehat dalam jangka waktu 2 bulan.
Dijelaskan oleh Arninta, pemenang Health Agent Award dipilih berdasarkan beberapa kriteria yaitu inovasi dan implikasi proyek, optimalisasi penggunaan media sosial serta bagaimana proyek tersebut dapat menginspirasi gaya hidup sehat dengan materi-materi edukasi yang berkualitas.
Berdasarkan kriteria-kriteria tersebut, terpilih 3 pemenang yaitu tim Nutri Box dari Jurusan Gizi Universitas Indonesia sebagai pemenang, tim Smart ways for a healthier life dari Prasetya Mulya Business School sebagai 1st Runner Up dan Nutricios dari Jurusan Ilmu Ekonomi & Manajemen Universitas Indonesia sebagai 2nd runner up. Lalu tim Rainbow for food juga terpilih sebagai The Best Concept Health Agent Award 2011.
Pandji Pragiwaksono, salah seorang aktivits media sosial, yang hadir dalam acara tersebut mengingatkan para pemenang akan tantangan yang harus dihadapi sebagai pewarta di media sosial.
"Tantangannya adalah konsistensi untuk terus memberikan kampanye hidup sehat. Media sosial itu mirip dengan toko baju, jika kita tidak rajin-rajin meng-up date isi blog atau twitter kita, orang akan malas untuk mengunjunginya. Untuk terus menjaga komitmen, yang dibutuhkan dalam bidang sosial adalah passion," katanya.

Share

Wah, Makin Banyak Orang Kena Diabetes

Permasalahan penyakit diabetes di Indonesia ibarat fenomena gunung es. Dari waktu ke waktu, jumlah penderita diabetes cenderung terus meningkat seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat.
Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007, tercatat sebanyak 12,5 juta jiwa masyarakat Indonesia terkena diabetes. Prevalensinya diperkirakan akan terus meningkat, bahkan mencapai hingga dua kali lipat dalam kurun beberapa tahun ke depan.
"Diperkirakan pada tahun 2030, kurang lebih 21,3 juta jiwa akan menderita diabetes," kata Samuel Oetoro, MS, SpGK, ahli gizi klinis dari MRCCC Siloam, Selasa, (14/6/2011) di Jakarta.
Menurut Samuel, peningkatan jumlah penderita bukan hanya dari kelompok diabetes tipe 1, yang biasa mulai menyerang usia di bawah usia 30 termasuk anak-anak, dan diabetes tipe 2 yang jumlahnya paling banyak saat ini dan lebih sering terjadi pada usia lanjut.
Namun, yang justru dikhawatirkan adalah mereka yang termasuk dalam kelompok pradiabetes. Pasalnya, sampai sekarang belum diketahui secara pasti jumlah mereka. Dan diduga akan jauh lebih banyak dibandingkan kelompok diabetes.
"Oleh karena itu, kita harus benar-benar menjaga kadar gula darah. Jangan lebih dari 140 mg/dL kalau lebih masuknya pradiabetes," imbuhnya.
Samuel mengungkapkan, akibat perubahan gaya hidup, makin banyak warga perkotaan yang mengidap diabetes tipe 2 dalam usia relatif muda. Pada tahap awal, kehadiran diabetes tak langsung disadari karena tidak munculnya gejala khusus yang mengganggu. Gejala baru akan muncul bila kondisi diabetes sudah cukup serius.
Umumnya, diabetes akan disertai dengan adanya komplikasi penyakit lain, seperti dislipidemia (gangguan metabolisme lemak), makrovaskuler (penumpukan lemak), neuropati (gangguan sel-sel saraf), dan rentan infeksi (terganggunya fungsi imunitas). Ada beberapa faktor risiko penyebab diabetes, di antaranya, keturunan, pola makan, malas olahraga, rokok, minum alkohol, dan stres.
Biaya besar
Peningkatan prevalensi diabetes juga dipastikan menimbulkan beban yang besar bagi masyarakat. Pasalnya, pengobatan untuk mengendalikan diabetes tidaklah murah. Menurut penjabaran Samuel, estimasi biaya yang harus dikeluarkan oleh penderita diabetes setiap tahun bisa mencapai puluhan juta rupiah.
Konsultasi dokter bisa mencapai kisaran Rp 1-2 juta/tahun, obat-obatan Rp 1-2 juta, makanan tambahan Rp 950 ribu/bulan, operasi katarak Rp 15-20 juta, cuci darah Rp 50-60 juta, stroke Rp 40-50 juta, serangan jantung Rp 60-80 juta dan amputasi Rp 130-150 juta.
Oleh karena itu, Samuel mengajak masyarakat supaya berdamai dengan glukosa mulai sekarang. Kenapa istilahnya harus berdamai? "Karena glukosa itu gula. Di mana sel butuh glukosa untuk dibentuk menjadi tenaga. Kalau Anda tidak makan glukosa, akan lemas. Tapi kalau kelebihan, juga akan membahayakan," pungkasnya.
Share
5

Istri Insomnia Bikin Keluarga Merana

Durasi tidur seorang perempuan ternyata ikut berpengaruh pada kelancaran komunikasi keluarga. Seorang istri yang kurang tidur bisa memicu ketegangan dalam perkawinan. Namun, jika sang suami yang kurang tidur efeknya tidak terlalu terasa.
Sebuah penelitian dilakukan untuk mengetahui dampak kurang tidur pada 35 pasangan suami istri. Selama 10 malam peneliti memasang monitor di rumah para pasangan itu untuk mengetahui siklus istirahat dan aktivitas mereka.
Istri yang mengalami kesulitan tidur cenderung memiliki interaksi yang negatif dengan suami dan keluarganya keesokan harinya. Dengan kata lain, si istri jadi mudah marah sehingga gampang tersulut pertengkaran dengan suami. Hasil penelitian ini dipresentasikan dalam pertemuan Associated Professional Sleep Societies.
"Gangguan tidur yang dialami istri akan menyebabkan interaksinya dengan suami lebih bersifat negatif. Sebaliknya jika suami yang mengalami gangguan tidur, tidak ada perbedaan yang berarti esok harinya," kata Wendy Troxel, psikiatri dari University of Pittsburgh School of Medicine yang melakukan riset ini.
Ia menjelaskan, perempuan yang kurang tidur cenderung menjadi stres, mudah tersinggung dan mengekspresikan perasaannya secara verbal. "Pria sebaliknya, menekan perasaannya atau tidak terlalu peduli," katanya.
Dampak kurang tidur ini, menurut Troxel akan menjadi lingkaran setan. "Gangguan tidur akan menyebabkan mood tidak stabil sehingga hubungan dengan pasangan bisa renggang. Hal ini menyebabkan beban pikiran sehingga makin sulit tidur," katanya.
Ia menyarankan agar gangguan tidur diatasi secara klinis dan mungkin konseling pernikahan jika hubungan suami istri menjadi renggang.
Dalam studi sebelumnya, Troxel menemukan para istri yang pernikahannya bahagia jarang terbangun dari tidurnya di malam hari. "Jika kita kurang tidur, kita tidak akan bisa melakukan sesuatu dengan baik, termasuk dalam hubungan komunikasi kita dengan pasangan," katanya.

Kecoa Picu Asma pada Anak di Perkotaan

Para peneliti di Amerika Serikat telah mengidentifikasi kecoa sebagai salah satu faktor penyebab meningkatnya kasus asma di kalangan anak-anak.
Di sejumlah kawasan permukiman di New York City, di mana kasus asma banyak ditemukan, anak-anak sering terpapar alergen dari kecoa sehinga mereka menjadi sangat rentan terhadap serangga tersebut. Kasus asma di New York City tercatat mencapai 19 persen, atau hampir satu dalam lima anak, sementara di permukiman lainnya kasusnya hanya mencapai tiga persen saja.

Lalulintas yang padat, asap industri, dan sumber polusi lainnya di luar rumah, dituding sebagai penyebab penyakit gangguan pernafasan itu pada masa lalu.
Namun para ahli dari Columbia University menemukan, anak-anak yang tinggal di kawasan permukiman dengan prevalensi asma yang tinggi memiliki kemungkinan dua kali lebih tinggi memiliki antibodi terhadap protein kecoa di dalam darah mereka, suatu pertanda bahwa mereka telah terpapar serangga tersebut dan diduga alergi terhadap hewan itu.
Selain itu, rumah di permukiman yang memiliki penderita asma, memiliki lebih banyak penyebab alergi yang dihasilkan oleh kecoa pada debu rumah tangga.
"Studi tersebut memberi bukti lebih jauh bahwa paparan terhadap kecoa adalah bagian dari cerita itu. Penyebab alergi kecoa benar-benar dapat menjadi penyebab perbedaan prevalensi asma, bahkan di lingkungan kota seperti New York City", kata Matthew Perzanoweski, penulis studi tersebut seperti dikutip Reuters.
Dalam riset dipublikasikan Journal of Allergy and Clinical Immunology itu, Perzanowski dan timnya mengunjungi rumah 239 anak berusia tujuh dan delapan tahun. Separuh dari mereka tinggal di daerah yang memiliki angka tinggi penderita asma.
Penelitian sebelumnya telah mengaitkan kemiskinan dengan peningkatan kasus asma di kalangan anak-anak. Untuk menghilangkan pengaruh tingkat pendapatan dan hasilnya, para peneliti kali ini hanya melibatkan keluarga yang memiliki asuransi kesehatan dengan penghasilan menengah. Tujuannya adalah untuk memastikan mereka memiliki penghasilan yang sama dan akses ke perawatan kesehatan.
Dari riset tercatat bahwa lebih dari 50 persen anak-anak sebelumnya sudah menderita asma. Selama kunjungan, para peneliti mengumpulkan debu dari tempat tidur anak-anak, lalu mengambil contoh darah untuk meneliti antibodi terhadap beragam penyebab alergi yang berkaitan dengan asma --termasuk anjing, kucing, tikus, kutu debu dan protein kecoa.
Hampir 1 dari 4 anak di berbagai permukiman yang memiliki penderita asma tampaknya alergi terhadap kecoa, dibandingkan dengan 1 dari 10 anak yang tinggal di berbagai daerah tempat asma tak umum ditemukan.
Kecoa meninggalkan protein yang dihirup orang dan menjadi sumber alergi, yang pada gilirannya meningkatkan kemungkinan mereka akan menderita asma, kata Perzanowski.
Rumah di permukiman dengan tingkat kasus asma yang tinggi juga memiliki konsentrasi lebih tinggi bahan penyebab alergi kecoa, serta penyebab alergi yang berkaitan dengan tikus dan kucing. Selain itu, anak-anak yang alergi terhadap kecoa dan tikus lebih mungkin untuk menderita asma, kata Joanne Sordillo dari Channing Laboratory of Brigham and Women`s Hospital, Boston. .
"Pajanan terhadap penyebab alergi tikus atau kecoa mungkin meningkatkan risiko alergi, yang pada gilirannya berkaitan dengan pengembangan asma pada anak-anak," katanya.
Kendati kepekaan protein kecoa lebih umum ditemukan pada anak-anak di lingkungan yang memiliki banyak penderita asma, secara keseluruhan, anak-anak yang alergi terhadap debu dan kucing lebih mungkin untuk menderita asma.

Bakteri Penyebab Diare Mematikan

Ratih Dewanti-Hariyadi
Bagi kebanyakan akademisi dan praktisi di bidang pangan, Escherichia coli bukan merupakan bakteri yang dianggap serius dalam konteks keamanan pangan.
Namun, dalam beberapa minggu ini di Jerman, Escherichia coli (E coli) diberitakan menyebabkan penyakit pada lebih dari 3.000 orang di 14 negara dan mengakibatkan tak kurang dari 33 orang meninggal dunia.
Pada awalnya mentimun asal Spanyol diduga sebagai pembawa bakteri ini. Namun, hasil investigasi Pemerintah Jerman akhirnya mengindentifikasi kecambah (taoge) yang diproduksi suatu perusahaan pertanian organik yang menjadi pembawa bakteri.
E coli adalah bakteri yang hidup dalam usus manusia. Karena itu, bakteri ini digunakan sebagai indikator sanitasi produk pangan. Artinya, keberadaan E coli bisa digunakan untuk mengindikasikan adanya kontak dengan kotoran manusia sehingga digunakan sebagai perkiraan untuk menentukan apakah uji patogen harus dilakukan.
Konsep indikator sanitasi yang berkembang pada akhir abad ke-19 itu perlahan tergeser dengan meningkatnya kemudahan menguji patogen sehingga selain bakteri indikator sanitasi, patogen yang secara historis terkait dengan suatu jenis pangan umumnya juga diuji dan dimasukkan ke dalam standar.
Di samping itu, perkembangan teknologi, perubahan yang terjadi pada mikroorganisme, kebiasaan makan manusia, serta perubahan iklim telah memunculkan galur-galur baru sehingga E coli yang bersifat patogen ditemukan.
Di samping E coli yang bersifat nonpatogen, ada beberapa kelompok E coli yang belakangan diketahui dapat menyebabkan penyakit. E coli enteropatogenik (EPEC), E coli enteroinvasif (EIEC), dan E coli enterotoksigenik (ETEC) adalah tiga kelompok E coli yang dikaitkan dengan penyakit diare pada bayi, serupa disentri serta diare pada wisatawan. Pada umumnya air merupakan pembawa E coli kelompok ini. Secara spesifik makanan jarang dikaitkan. Keberadaan E coli dalam pangan kemungkinan disebabkan sanitasi yang rendah.
Pernah wabah di AS
Pada tahun 1982, terjadi wabah penyakit akibat pangan (foodborne diseases) di dua negara bagian Amerika Serikat, yakni Michigan dan Oregon. Wabah ini sangat menarik perhatian karena terjadi dalam kurun waktu yang hampir bersamaan, menimbulkan banyak korban, melibatkan restoran waralaba besar yang sama, dan pangan yang diimplikasikan sebagai makanan populer di negara tersebut, yakni hamburger.
Hasil investigasi menyebutkan, ditemukan galur E coli baru yang sebelumnya pernah ditemukan sekali pada tahun 1975 dari pasien diare berdarah. Bakteri ini adalah E coli O157:H7 yang kemudian dikelompokkan dalam golongan baru, yakni E coli enterohemoragik (EHEC).
Sejak kejadian itu, berbagai keracunan karena EHEC telah dilaporkan (lihat tabel). Ternyata penyebabnya tidak hanya E coli O157:H7, tetapi ditemukan juga EHEC lain, seperti E coli O157:H-, O111:H-, O26:H11, O4:H-, O11:H-, O45:H2, O103:H2, O104:H2, O111:H8, dan O145:H-.
Kasus yang sedang terjadi di Jerman dan sejumlah negara Eropa lain saat ini dilaporkan disebabkan oleh galur terbaru EHEC, yakni E coli O104:H4.
Kajian ilmiah mengenai bakteri ini menyimpulkan bahwa EHEC memiliki kemampuan menghasilkan setidaknya dua jenis toksin shiga yang juga dihasilkan oleh bakteri Shigella dysenteriae. EHEC ditengarai mendapatkan gen penyandi toksin ini melalui virus.
Dengan kemampuan menghasilkan toksin shiga, tidak seperti E coli lain, kelompok EHEC mampu menimbulkan gejala penyakit yang lebih parah. Setelah bakteri menginfeksi, di dalam tubuh penderita, toksin yang dihasilkan menyerang organ tubuh lain, seperti ginjal dan otak.
Gejala penyakit yang ditimbulkan bakteri ini meliputi sakit perut yang sangat parah, bahkan kadang digambarkan setara dengan saat melahirkan, diare berdarah (sering disebutkan sebagai no stool, blood only), dan bisa menimbulkan komplikasi, seperti hemolytic uremic syndrome, sindrom yang ditandai anemia akibat terurainya sel darah merah dan gagal ginjal akut, serta thrombotic thrombocytopenic purpura, yakni gangguan yang menyebabkan penggumpalan darah di pembuluh darah halus dan penurunan jumlah keping darah.
Ditemukan di sapi
EHEC adalah mikroorganisme yang lazim ditemukan pada sapi tanpa menyebabkan penyakit pada hewan tersebut. Pencemaran bakteri ini pada daging, khususnya daging giling, sangat mungkin terjadi. Karena kesukaan mengonsumsi hamburger yang undercooked, di AS daging giling dipersyaratkan bebas dari E coli O157:H7.
Pencemaran lahan pertanian oleh kotoran sapi diduga sebagai penyebab ditemukannya bakteri ini dalam sayuran.
Meski demikian, bakteri EHEC tidak memiliki ketahanan panas yang lebih daripada E coli lain. Bakteri ini sesungguhnya sangat mudah dibunuh dengan pemanasan setara pasteurisasi (65 derajat celsius selama 30 menit) sehingga pada makanan olahan seharusnya bakteri patogen ini dapat dihindari.
Investigasi wabah EHEC pada hamburger di AS menunjukkan, alat pemanggang tidak berfungsi dengan baik serta ukuran burger yang jumbo mengakibatkan patogen ini masih bertahan.
Kewaspadaan lebih tinggi harus dilakukan ketika seseorang mengonsumsi makanan tidak diolah, seperti tomat, selada, mentimun, dan taoge, serta bahan mentah lain. Sifat EHEC lain yang dapat mendukung keberadaan bakteri ini dalam pangan adalah kemampuannya bertahan dalam makanan beku sampai sembilan bulan dan daya tahan terhadap lingkungan asam.
Keberadaan E coli enterohemoragik dalam beberapa pangan mentah di Indonesia telah dilaporkan dalam beberapa publikasi ilmiah. Kebiasaan memasak daging sampai matang, khususnya daging giling, dapat menurunkan risiko terinfeksi bakteri ini.
Kajian beberapa peneliti di Indonesia melaporkan, E coli enterohemoragik diisolasi dari 1 persen penderita diare di Indonesia. Patogen lain, seperti Vibrio cholerae, Shigella flexneri, Salmonella spp, dan Campylobacter jejuni, ditemui dalam persentase yang jauh lebih tinggi.
Meski demikian, tidak ada salahnya mewaspadai konsumsi makanan mentah dengan mencuci bersih, memblansir dan menggunakan senyawa antimikroba yang diizinkan jika diperlukan.
RATIH DEWANTI-HARIYADI Ketua Program Studi Ilmu Pangan, Sekolah Pascasarjana IPN; dan Anggota The International Commission on Microbiological Specification for Foods (ICMSF)

Olahraga Kurangi Risiko Serangan Asma

Banyak yang mengira penderita asma tidak boleh melakukan olahraga. Padahal, olahraga dengan intensitas sedang, jika dilakukan secara teratur, justru dapat membantu mencegah keparahan dan kemungkinan terjadinya serangan asma.
Hal tersebut disarankan oleh Profesor Stefano Del Giacco dari Universitas Cagliari, Italia. Meski pada beberapa kasus, olahraga adalah salah satu pencetus terjadinya serangan asma, tetapi menurut Stefano, kegiatan aerobik ringan seperti berjalan kaki dan bersepeda sangat efektif untuk mencegah serangan asma.
Kesimpulan Stefano didasarkan pada hasil penelitiannya di sebuah klub sepakbola profesional Liga Serie A Italia. Ia menguji tim yang bermain dalam tiga periode berbeda selama satu musim.
Penelitian ini mengambil sampel darah pemain untuk dianalisis dan dideteksi apakah ada tanda-tanda reaksi kekebalan. Hasil pengujian menunjukkan, respon alergi di antara para pemain ternyata lebih rendah dari perkiraan rata-rata. Hasil ini mengindikasikan bahwa olahraga teratur dapat menurunkan risiko alergi.
Sejumlah peneliti percaya bahwa latihan rutin secara moderat dapat mengerahkan efek positif pada sistem kekebalan dengan cara menurunkan tingkat kekebalan tertentu pada beberapa molekul yang berperan dalam peradangan bronkial dan serangan asma.
Profesor Del Giaccoe menyarankan agar penderita asma non-atlet yang pernah mengalami serangan asma akibat olahraga untuk memilih jenis latihan yang tepat. "Anda tak perlu kegiatan intens untuk melakukan latihan fisik, karena itu hanya masalah waktu. Hanya butuh waktu sekitar 5-8 menit saja untuk terjadinya serangan jantung, dan itulah mengapa Anda harus memilih olahraga yang tepat," katanya.
Faktanya, latihan jenis ringan dapat memicu ledakan aktivitas pada seseorang hanya dalam kurang dari lima menit saja. Sedangkan olahraga level menengah seperti permainan tim seperti basket dan sepak bola memicu ledakan aktivitas dengan durasi lebih lama, tetapi dengan periode intermiten. Jenis olahraga berat seperti balap sepeda, maraton atau kegiatan ketahanan lainnya termasuk dalam kategori latihan berisiko tinggi.